Kamis, 22 Maret 2012

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski situs jejaring sosial Twitter telah menyediakan fasilitas direct message untuk berbalas pesan pribadi, tetap saja banyak orang yang menulis pesan pribadinya di timeline. Hal ini membuat Twitter menjadi sebuah ruang ngobrol raksasa, secara anekdotal.
Menurut Roby Muhamad, pakar jejaring sosial yang juga peneliti psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, sebenarnya basis Twitter adalah jejaring informasi, tidak ada embel-embel pertemanan di sana.
 

Senin, 12 Maret 2012

Pengguna Chrome lebih cerdas dari Mozilla

    Situs web permainan puzzle angka Calcudoku, http://www.calcudoku.org, beberapa waktu lalu menyatakan, pengguna browser Chrome tampak memiliki tingkat kecerdasan numerik tinggi ketika memecahkan teka-teki puzzle di situs tersebut.

Calcudoku baru saja memublikasi hasil riset para pemain puzzle berdasarkan penggunaan browser selama 2010 dan 2011.

Menurut data yang telah dianalisis Calcudoku, orang yang menggunakan browser Chrome termasuk dalam orang-orang yang dapat memecahkan teka-teki puzzle paling cepat. Sedangkan pengguna Firefox berada di posisi 2, dan pengguna Internet Explorer (IE) di posisi 3.

Menurut Calcudoku, pengguna IE tergolong lambat dalam memecahkan teka-teki angka. Mereka juga cenderung lebih cepat menyerah dibandingkan pengguna Chrome atau Firefox.

Sedangkan untuk pengguna browser Safari dari Apple, tidak terkumpul data yang cukup untuk dibandingkan dengan ketiga browser lainnya.

Di laporan Calcudoku, situs tersebut menyatakan bahwa ada kemungkinan Chrome adalah browser pilihan bagi orang yang menyukai hal teknis, mereka yang cenderung memiliki keahlian dengan angka.
Dan, kemungkinan karena IE adalah browser default untuk sistem operasi Windows, maka yang menggunakannya adalah pengguna umum dari segala kalangan dengan latar pendidikan mulai dari yang rendah hingga tinggi.

Sumber : KOMPAS.com

Jumat, 09 Maret 2012

BATU FANA


Sekedar Sajak Biasa
 

Saat ku menulis sajak ini
Aku masih ragu dengan apa yang kutulis ini
Sesungguhnya aku bukan seorang yang pandai  merangkai kata ini
Bukan pula seorang yang puitis maupun kritis
Namun jika kau menginginkan ku menulis ini
Akan ku lakukan hanya demi KAMU..

Berawal dari sebuah perkenalan yang tak terduga
Aku merasa menemukan sebongkah batu yang tak ku kenal sebelumnya
Setelah ku rasa sekian lama batu yang hanya sebesar ibu jari
Batu tersebut ternyata berubah menjadi batu yang berkilau
Walaupun awalnya hanya sebuah batu yang kusam tak terawat
Namun kini ku mengerti bahwa dirimu bukan sebuah batu biasa di hidupku
Bukan sebuah batu yang tak lagi kusam
Bukan sebuah batu hitam yang tak terawat
Setelah sekian lama ku rasakan
Ku rawat dan ku jaga batu itu dalam hatiku
Kau berubah menjadi batu yang lebih dari kilauan sang surya
Lebih dari sekedar pantulan sinar matahari yang dipantulkan bulan

Di kemudian waktu aku baru menyadari
Saat hatiku sedang tak menentu kau selalu ada di sampingku
Kau selalu ada dalam sebuah tempat yang rahasia
Tempat yang seharusnya hanya diisi oleh sebuah batu yang bermakna dalam perjalanan hidupku
Waktu terus berlalu
Lambat laun kau terus terpatri keras dalam dinding hatiku
Karena ku tahu dan mungkin perasaan ini benar
Kau mengerti apa yang kurasakan saat apapun yang terjadi
Kau adalah sebuah batu hitam yang kokoh, kuat, hidup dalam hatiku
Namun aku juga mengerti hadirmu di kehidupanku
Hanya ingin melihat aku Bahagia..
 
Sebenarnya aku ingin membalas semua ini
Tapi kurasa aku belum mampu
Karena ku tahu batu sepertimu takkan mudah untuk aku gantikan
Terima kasih untuk sebuah batu yang tlah kau patri dalam hatiku
Telah kau tanam dalam jiwaku
Telah kau semai dalam indahnya sebuah kehidupan
Mengingatkanku tentang menghargai perasaan orang lain
Kepedulian orang lain
Kasih sayang orang lain
Perhatian orang lain
Maafkan apabila aku belum mampu menjadi sebuah batu yang indah dalam hatimu
Belum mampu menanam sebuah keindahan dalam jiwamu
KINI KU TAHU KAU ADALAH SEBUAH BATU YANG TAK PERNAH KU MILIKI


By : Julian Wong Edannn